Diposkan pada Purple Thought

My Love Language (You Can Check Yours)

Beberapa saat yang lalu, ada seorang teman berbagi sebuah alamat website. Alamat tersebut berisikan tes untuk mengetahui apa love language yang kita miliki. Setelah menjawab beberapa pertanyaan singkat, aku mendapati hasil bahwa love language utamaku adalah Receiving Gifts.

Wah, materialistik sekali aku ya? Begitu ujar si suara dalam kepala. Tetapi rasionalku tidak mengelaknya. Mengingat setiap mendekati bulan kelahiran, November, aku selalu ribut mengingatkan orang-orang tersayang untuk memberi ku kado. Biasanya sejak bulan September aku sudah ribut melakukannya.

Benar juga, aku seorang yang materialistik ternyata. Terdengar agak kurang mengenakkan untuk mengakuinya.

Tetapi suara-suara tersebut meredam setelah aku selesai membaca penjelasan di bawahnya, yang bertuliskan :

Membaca sembari mengangguk. Rasionalku juga membenarkan tulisan tersebut. Atau… bisa jadi yang barusan mengangguk itu bukan si rasional, tapi si ego. Bisa saja kan?

Pelan-pelan aku ingat kembali, apakah semua kado yang aku terima adalah yang cukup mahal? Apakah hanya kado yang mahal saja yang membuatku senang? Apakah hal tersebut yang membuat ku merasa disayangi?

Aku tidak sanggup menahan senyum ketika mengingat kado-kado terbaik versiku. Hasilnya membuatku lega, ternyata aku tidak sematerialistik yang aku curigai. Aku menemukan penilaianku terhadap lima kado terbaik di tahun lalu bukan dari harganya. Aku memberi label kado terbaik berdasarkan dengan usaha masing-masing sang pemberi.

Membayangkan mereka memikirkan apa yang sebaiknya diberikan, apa pemberiannya akan aku sukai atau tidak. Hal tersebut membuat ku merasa disayangi. Aku menyadari betul semakin bertambahnya usia, semakin banyak pula prioritas di hidup. Kebetulan kebanyakan dari yang memberi kado berusia mirip dengan ku. Usia ku sekarang adalah usia saat seorang manusia sedang memprioritaskan keluarga, karir dan cintanya. Aku yakin aku bukanlah lima prioritas teratas di list mereka.

Meski bukan prioritas utama, orang-orang manis tersebut masih saja meluangkan waktu, pikiran dan materinya untuk memberi ku kado. Bagaimana aku tidak merasa disayang?

Oh iya.. aku juga tipe yang akan menjadi ekstra saat menyiapkan kado untuk orang-orang tersayang. Semakin ribet pemberian yang aku beri, artinya semakin sayang pula aku ke kamu πŸ’œ

Bagi yang ingin mengetahui apa love language kamu, bisa dicek di alamat ini. Happy weekend good people πŸ’œ

Penulis:

The one who wants to 'have a courage and be kind'

4 tanggapan untuk “My Love Language (You Can Check Yours)

  1. Lima bahasa kasih 😁😁😁

    Sekarang udah banyak kreator konten yang ngebahas beginian, seputar relationship.

    Kata bang Gery Ardian di podcastnya sih, bahasa kasih ini perlu kita pahami agar kita bisa memberikan bahasa kasih yang tepat kepada pasangan. Ketika kita memberikan bahasa kasih yang tepat maka pasangan akan merasa sangat dicintai. Namun jika tidak hal tsb masih tetap menjadi pemahaman bahwa kita dilahirkan berbeda2. Jadi bagaimanapun pasangan kita mengungkapkan bahasa kasihnya kpd kita, kita tetap bisa merasa dicintai. 😁😁😁

    Disukai oleh 1 orang

    1. Betul kak, aku juga masih baru dalam bahasa kasih ini. Sekarang malah aku ngerasa ngebantu banget dalam mengekspresikan kasih kita ke masing-masing orang. Apalagi kalo kita udah tau bahasa kasih orang tersebut. Bikin bahagianya mereka makin-makin πŸ₯°

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s