Diposkan pada Cerita Bersambung

Dessy (Part 2)

((SEBELUMNYA))

Pukul 00.23. Aku kembali menilik layar handphone. Tetap saja notifikasi yang aku tunggu belum muncul. Aku bahkan beberapa kali memeriksa koneksi internet, berharap ada kemungkinan kesalahan pada wifi kos. Tetapi kemungkinan itu segera terbantah saat aku membuka youtube. Lambayan senyum sembilan wanita cantik korea kesukaanku lancar berdendang. Ah eye smile Tiffany ini memang selalu membuat ku ikut tersenyum.

“I got a boy meotjin! I got a boy chakhan!
I got a boy handsome boy nae mam da gajyeogan”

Lagi-lagi sudut bibirku menukik ke atas. Kali ini bukan karena cantiknya Tiffany atau Yoona. Lirik lagu terbaru merekalah yang membuat ku tersenyum. Girls, you are not the only one who got the boy. Pikirku sambil terus terkekeh. Terkekeh sembari menggelengkan kepala, takjub kepada diri sendiri. Aku tidak menyangka kalau beberapa minggu yang lalu aku terlibat di sebuah drama.

Tunggu dulu, sepertinya drama ini sudah berjalan lebih dari itu. Aku lupa kapan episode pertama drama ini dimulai. Yang aku tau detik ini, aku sedang menanti balasan chat dari si pacar baru. Pikiran ini membuatku kembali mengingat ke kejadian tadi sore. Saat gadis manis di sampingku berucap kagum untuk kesekian kali. Ia memuji pemandangan syahdu di depan kami tak henti-hentinya. Visual deretan gunung nan hijau, dengan coretan sedikit embun sore. Ditambah secercah warna oranye dari tenggelamnya mentari. Aku paham betul akan reaksinya mengagumi pemandangan masya Allah ciptaan Yang Kuasa. Aku pun ketika pertama kali mencapai puncak gunung bereaksi yang serupa.

Gambaran ia yang memandang kagum ke visual itu terlihat sangat manis di mataku. Kolaborasi ia dengan latar sunset di puncak gunung menjadi salah satu background favoritku kini. Shit, I really feel like a lovefool now.

“Mas, liat deh cantik bangeeet itu mataharinya” ucapnya bukan yang pertama kali.

“Aku mau dong mas difotoin, yang keliatan mataharinya ya” tambahnya sambil mengeluarkan kamera digital dari dalam tasnya.


(New chat notification from Dessy)

01.05

“Mas maafin aku baru nemu hapenya di tas ehehehe. Tadi mandi dulu, terus diajak Janis ngobrol. Ini aku udah mau tidur. Makasih ya mas hari ini ๐Ÿ’œ Seneeeng banget akhirnya bisa liat sunset di puncak. Selamat tidur mas, see you.”

“Sama-sama Dessy ๐Ÿ˜Š aku juga seneng bisa naik gunung lagi. Ngajakin kamu pula. Janis temen kosmu yang satu jurusan sama aku itu kan? Aku beberapa kali ada kelas bareng dia. Tapi belum pernah nyapa langsung. Apa besok kita sekalian sarapan bertiga? Kamu ga mau ngenalin aku ke dia? Entah perasaanku aja, tapi temenmu itu beberapa kali natap serem ke aku. Hahahah. Yaudah, buru tidur sana. Selamat malam, besok aku jemput sarapan ya ๐Ÿ’™”

Aku baca ulang balasan yang akan aku kirim balik ke dia. Keningku berkerut, too cheesy boy, too long.

“Sama-sama Dessy, aku juga seneng bisa naik gunung lagi. Yaudah, buru tidur sana. Selamat malam, besok aku jemput sarapan bareng ya ๐Ÿ’™”

Balasan tersebut cukup untuk saat ini. Besok aku juga akan bertemu dengannya. Tanpa sadar, aku mencoba menutup mata sambil terus tersenyum.

((BERSAMBUNG))

Penulis:

The one who wants to 'have a courage and be kind'

3 tanggapan untuk “Dessy (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s